Menengok Desa Masoso, Wilayah dengan Indeks Kesesuaian Lahan Kakao Tertinggi di Sulawesi Barat
Menengok Desa Masoso, Wilayah dengan Indeks Kesesuaian Lahan Kakao Tertinggi di Sulawesi Barat
MAMASA (2026,
Komoditas kakao terus menjadi pilar penting sektor perkebunan di Indonesia, di mana Pulau Sulawesi memegang peran sebagai pusat produksi terbesar nasional. Di tingkat provinsi, Sulawesi Barat menjadi salah satu sentra utama yang memiliki potensi besar dalam mendongkrak kembali produktivitas kakao melalui pemanfaatan lahan yang tepat dan ideal.
Berdasarkan hasil studi ilmiah berskala internasional yang dipublikasikan dalam IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, Desa Masoso yang terletak di Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, resmi tercatat sebagai wilayah dengan karakteristik lahan terbaik untuk tanaman kakao di seluruh wilayah sampel penelitian di Sulawesi Barat.
Mengantongi Indeks Lahan Tertinggi
Penelitian bertajuk "Land suitability evaluation for cocoa using a parametric approach in West Sulawesi" tersebut menguji 30 titik sampel tanah yang tersebar di empat kabupaten utama, yaitu Polewali Mandar, Majene, Mamuju, dan Mamasa. Dari puluhan titik observasi tersebut, Desa Masoso (titik sampel A22) berhasil mencatatkan Nilai Indeks Kesesuaian Lahan (Land Suitability Index) tertinggi, yaitu mencapai 54,65% (atau 53,56% pada analisis korelasi spesifik).
Angka ini menempatkan Desa Masoso masuk ke dalam kategori lahan yang Cukup Sesuai (S2), sebuah capaian tertinggi dalam riset ini mengingat banyak wilayah lain di Sulawesi Barat yang justru memiliki indeks lahan sangat rendah. Sebagai perbandingan, indeks lahan terendah ditemukan di Desa Taramanu Tua, Kabupaten Polewali Mandar, yang hanya mengantongi angka 1,09%.
Keunggulan Alami Karakteristik Tanah Masoso
Mengapa lahan di Desa Masoso begitu istimewa bagi tanaman kakao? Para peneliti dari Universitas Hasanuddin dan Universitas Al Asyariah Mandar menemukan dua faktor kunci pada kondisi tanah lokal di desa tersebut:
Tingkat Kesuburan Kimia Tinggi: Lahan di Desa Masoso memiliki jumlah basa dapat ditukar (exchangeable bases) tertinggi di antara semua lokasi penelitian, yaitu sebesar 13,78 cmol (+) kg⁻¹. Indikator ini mencerminkan tingginya kandungan nutrisi serta kation yang siap diserap oleh akar tanaman untuk menunjang pertumbuhan kakao yang optimal.
Kadar pH Tanah yang Ideal: Analisis laboratorium menunjukkan tanah di Desa Masoso memiliki tingkat keasaman (pH H₂O) sebesar 6,7. Kondisi pH yang hampir netral ini sangat mendukung tanaman untuk menyerap unsur hara secara seimbang, berbeda dengan wilayah lain yang tanahnya cenderung terlalu asam.

Komentar